Kisah Nyata yang Mengguncang – Saya Hampir Kehilangan Nyawa Tanpa Menyadari Akar Masalahnya Ada di Usus!

“Dokter… saya merasa seperti tubuh saya sedang diracuni dari dalam,” ujar seorang pasien perempuan berusia 47 tahun kepada Dr. Teresa Lajo, seorang dokter spesialis endokrinologi dan nutrisi di Madrid.
Ia datang dengan keluhan aneh:
-
rasa seperti “keracunan” setiap hari
-
perut kembung dengan bau gas busuk seperti telur busuk
-
kelelahan ekstrem
-
sensasi kesemutan di tangan dan jari
-
sembelit yang berganti-ganti dengan diare
Awalnya semua orang—including beberapa dokter—menganggap ini hanya stres atau intoleransi makanan.
Namun hasil evaluasi lebih dalam menunjukkan sesuatu yang sering tidak terdeteksi:
SIBO hidrogen Sulfida — jenis SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth) yang paling sulit didiagnosis dan paling berbahaya karena menghasilkan hidrogen sulfida (H₂S), gas beracun yang memiliki hubungan erat dengan kanker kolon.
Kisah nyata ini menjadi titik awal artikel panjang ini, yang mengungkap hubungan kompleks antara:
-
SIBO hidrogen sulfida
-
disbiosis usus
-
peradangan sistemik
-
biopelícula (biofilm) bakteri
-
onkometabolit yang memicu kanker
-
peran Interleukin-17
-
hubungan dengan kanker kolon dan kanker hematologi
-
implikasi terhadap imunoterapi dan kemoterapi
Semua berdasarkan translasi langsung dari pemaparan Dr. Teresa Lajo dalam video dan ditambah referensi jurnal ilmiah internasional.
BAB 1 — Mengapa Usus Menjadi Pusat Segalanya?
Selama puluhan tahun dunia medis fokus pada kolesterol, gula darah, dan tensi. Namun penelitian modern menemukan sesuatu yang lebih besar:
➡️ mikrobiota usus mengontrol peradangan, metabolisme, imun, dan potensi pembentukan kanker.
Menurut Dr. Teresa Lajo, efek mikrobiota bersifat:
1. Lokal
-
memproduksi toksin
-
menghasilkan metabolit karsinogenik
-
menciptakan inflamasi di dinding usus
-
menurunkan enzim β–glucuronidase sehat
-
merusak DNA sel epitel usus
2. Sistemik
-
memicu inflamasi melalui interleukin-17
-
mengaktifkan jalur NF-κB
-
mempengaruhi sumsum tulang dan sel imun
-
meningkatkan risiko kanker hematologi (mieloma, leukemia)
-
mengganggu respons imunoterapi
Lalu apa pemicu utamanya?
➡️ Disbiosis usus — ketidakseimbangan bakteri baik vs bakteri jahat.
Dari sinilah cerita menjadi lebih menarik (dan menakutkan).
BAB 2 — Ancaman Tak Terlihat: BIOFILM
Dr. Teresa Lajo menekankan bahwa banyak orang gagal sembuh dari gangguan usus karena biofilm:
Biofilm = benteng pelindung bakteri jahat
Jika tidak dihancurkan, bakteri jahat terus berkembang bahkan ketika pasien minum obat atau antibiotik.
Biofilm membuat:
-
bakteri kebal
-
toksin bertahan lebih lama
-
inflamasi terus menyala
-
terapi sulit berhasil
-
risiko kanker meningkat
Ini seperti bakteri membangun “kota bawah tanah” untuk bersembunyi dari sistem imun.
BAB 3 — Bukti Kuat: Bakteri Tertentu Terlibat dalam Kanker Kolon
Dr. Teresa Lajo menyebut dua bakteri berbahaya yang sudah dikonfirmasi penelitian:
Fusobacterium nucleatum
-
meningkatkan interleukin-17 (IL-17)
-
sangat pro-inflamasi
-
memicu pertumbuhan sel tumor kolon
-
membuat kanker kolon lebih agresif
Peptostreptococcus anaerobius
-
meningkatkan inflamasi pada stroma tumor
-
mempercepat progresi kanker kolon
➡️ Dua bakteri ini sering berkembang ketika bakteri baik berkurang.
Mengapa berbahaya?
Karena mereka memproduksi onkometabolit — metabolit yang memicu kanker.
Yang paling berbahaya adalah:
BAB 4 — Hidrogen Sulfida (H₂S): Gas Beracun yang Bisa Memicu Kanker
Dr. Lajo menyebut H₂S sebagai metabolit yang sangat mungkin memicu kanker.
Gas ini berbau telur busuk, dan kadar tingginya berhubungan dengan:
-
kerusakan DNA
-
inflamasi mukosa usus
-
gangguan mitokondria
-
perusakan penghalang epitel
-
mutasi sel kolon
Penelitian kini mengarah bahwa H₂S adalah salah satu penyebab potensial kanker kolon sisi kiri.
BAB 5 — SIBO Hidrogen Sulfida: “Pembunuh Senyap” yang Hampir Tidak Terdeteksi
Jenis SIBO ini paling jarang terdiagnosis karena:
-
tidak ada alat tes khusus (termasuk di Spanyol, kata Dr. Lajo)
-
grafik hidrogen dan metana tampak “normal”
-
hanya tampak bila kedua grafik sangat rendah
-
gejalanya mirip penyakit lain
Gejala khas SIBO sulfuro de hidrógeno
✔️ rasa seperti keracunan
✔️ flatulensi bau telur busuk
✔️ parestesia (kesemutan tangan/jari)
✔️ kembung ekstrem
✔️ diare dan sembelit bergantian
✔️ intoleransi tinggi terhadap protein hewani
✔️ gejala lebih parah ketika diet rendah serat
Jika gejala ini ada, Dr. Lajo memperingatkan:
➡️ Harus diobati segera karena berkaitan erat dengan kanker kolon.
BAB 6 — Dari Usus ke Seluruh Tubuh: Bagaimana Disbiosis Memicu Kanker Sistemik
Dr. Lajo menyebutkan bahwa disbiosis tidak hanya memicu kanker lokal, tetapi juga kanker sistemik melalui jalur:
1. Interleukin-17 (IL-17)
Peningkatan IL-17 memicu:
-
inflamasi sumsum tulang
-
aktivasi NF-κB
-
proliferasi sel kanker
Kondisi ini relevan dengan kanker:
-
mieloma múltiple
-
leukemia linfática crónica
-
linfoma de células B
-
linfoma tipo MALT
2. Kekurangan Asam Lemak Rantai Pendek (SCFA)
Bakteri yang rusak → kurang produksi butirat
Padahal butirat adalah:
✔️ antiinflamasi
✔️ anti-kanker
✔️ sumber energi utama sel kolon
✔️ menjaga integritas usus
Ketika bakteri baik hilang, sel kolon kelaparan.
BAB 7 — Efek pada Imunoterapi dan Kemoterapi
Penelitian terbaru menunjukkan:
Mikrobiota sehat = imunoterapi bekerja lebih baik
Transplantasi feses (FMT) sedang dikaji untuk:
✔️ meningkatkan respons imunoterapi
✔️ meningkatkan efektivitas kemoterapi
Mikrobiota buruk justru:
X mengurangi efektivitas obat
X meningkatkan toksisitas
X memicu peradangan sistemik
X menurunkan daya tahan tubuh
BAB 8 — Cara Memulihkan Mikrobiota Menurut Ahli
Dr. Lajo menjelaskan pendekatan yang paling efektif:
✔️ 1. Hancurkan Biofilm
Terapi kombinasi:
-
enzim pemecah biofilm
-
herba antimikroba
-
probiotik spesifik
✔️ 2. Kurangi makanan pemicu sulfur
Contohnya:
-
telur
-
daging merah
-
bawang putih berlebihan
-
protein hewani penuh sulfur
✔️ 3. Tingkatkan serat yang baik (prebiotik)
Terutama serat untuk produksi butirat.
✔️ 4. Berikan butirat langsung (suplementasi)
Sebagai “jalan pintas” membantu sel kolon pulih.
✔️ 5. Perbaiki usus bocor (leaky gut)
Dengan:
-
zinc carnosine
-
glutamine
-
probiotik lactobacillus dan bifidobacteria
KESIMPULAN (BAHASA SEDERHANA)
Penelitian modern menunjukkan bahwa masalah pencernaan yang tampak ringan seperti kembung, bau kentut busuk, atau sembelit bisa menjadi tanda gangguan yang jauh lebih serius: disbiosis usus dan SIBO hidrogen sulfida.
Gangguan ini memicu:
-
inflamasi kronis
-
kerusakan sel
-
gangguan imun
-
pembentukan toksin
-
risiko kanker kolon
-
gangguan respons kemoterapi/imunoterapi
Usus adalah “otak kedua” yang mengontrol seluruh tubuh.
Jika usus rusak → semuanya rusak.
Kabar baiknya: kondisi ini dapat dibalik jika ditangani dengan tepat.
ANJURAN (✔️)
✔️ periksa kesehatan usus bila bau kentut seperti telur busuk
✔️ kurangi konsumsi daging merah
✔️ konsumsi prebiotik alami: pisang, asparagus, bawang prebiotik
✔️ gunakan probiotik berkualitas
✔️ konsumsi makanan tinggi serat larut air
✔️ pertimbangkan suplemen butirat bila direkomendasikan dokter
✔️ hancurkan biofilm sebelum terapi antimikroba
✔️ konsultasi ke dokter bila ada parestesia, kembung ekstrem, atau sensasi seperti keracunan
✔️ lakukan pemeriksaan SIBO breath test
HAL YANG HARUS DIHINDARI (X)
❌ konsumsi berlebihan protein hewani tinggi sulfur
❌ alkohol berlebihan
❌ antibiotik tanpa kontrol medis
❌ pemanis buatan (sorbitol, mannitol, sucralose)
❌ makanan olahan dan junk food
❌ gula berlebih yang memberi makan bakteri jahat
❌ stres berkepanjangan yang mengacaukan mikrobiota
RINGKASAN
Mikrobiota usus kini terbukti memainkan peran kunci dalam peradangan, metabolisme, sistem kekebalan, kanker kolon, dan respons terapi kanker. Dr. Teresa Lajo menjelaskan bahwa disbiosis—ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat—dapat memicu produksi metabolit berbahaya seperti gas hidrogen sulfida (H₂S) yang dihasilkan oleh SIBO jenis hidrogen sulfida. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis karena tidak ada alat tes khusus, tetapi gejalanya khas: perasaan seperti keracunan, gas berbau telur busuk, parestesia, diare dan sembelit bergantian, intoleransi protein hewani, dan gejala memburuk saat menjalani diet rendah serat. Gas H₂S merusak DNA, memicu inflamasi mukosa, mengganggu metabolisme sel, dan meningkatkan risiko kanker kolorektal, terutama di kolon bagian kiri.
Selain itu, bakteri seperti Fusobacterium nucleatum dan Peptostreptococcus anaerobius meningkatkan Interleukin-17 dan inflamasi stroma tumor, mempercepat progresi kanker kolon. Disbiosis juga memengaruhi kanker hematologi seperti mieloma múltiple, leukemia limfositik kronis, dan limfoma tipe MALT melalui aktivasi jalur NF-κB. Kekurangan bakteri penghasil asam lemak rantai pendek seperti butirat memperburuk kondisi karena butirat adalah sumber energi sel kolon dan memiliki efek antiinflamasi serta antikanker.
Disbiosis juga mengurangi efektivitas imunoterapi dan kemoterapi. Mikrobiota sehat justru meningkatkan respons imun dan efektivitas obat. Terapi yang disarankan meliputi penghancuran biofilm, pengurangan makanan tinggi sulfur, peningkatan serat prebiotik, suplementasi butirat, perbaikan usus bocor, serta penggunaan probiotik yang tepat. Pasien perlu menghindari daging merah berlebihan, alkohol, gula, makanan olahan, dan pemanis buatan.
Intinya: kesehatan usus sangat menentukan kesehatan seluruh tubuh. SIBO hidrogen sulfida merupakan kondisi yang harus diwaspadai karena memiliki kaitan kuat dengan pembentukan kanker kolon dan berbagai gangguan sistemik. Dengan diagnosis tepat, perbaikan diet, suplementasi, dan pengelolaan mikrobiota, risiko dapat dikurangi dan kesehatan dapat dipulihkan.
REFERENSI ILMIAH (Jurnal Internasional)
-
Fusobacterium nucleatum in colorectal carcinoma
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4655643/ -
Hydrogen sulfide and cancer
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6723743/ -
Gut microbiota and cancer immunotherapy
https://www.nature.com/articles/s41568-018-0084-4 -
Small intestinal bacterial overgrowth and its role in chronic disease
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3099351/ -
Short-chain fatty acids and colon health
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3070119/
REFERENSI WIKIPEDIA (ENGLISH)
-
Small Intestinal Bacterial Overgrowth
https://en.wikipedia.org/wiki/Small_intestinal_bacterial_overgrowth -
Hydrogen sulfide
https://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogen_sulfide -
Colorectal cancer
https://en.wikipedia.org/wiki/Colorectal_cancer -
Gut microbiota
https://en.wikipedia.org/wiki/Gut_floraSOURCE — AUTHORITY
Dr. Teresa Lajo Morales, Endocrinology & Clinical Nutrition, Madrid, Spain
YouTube Source:
https://www.youtube.com/watch?v=xjE_EEBTAvc









