Menu

Dark Mode

hipertensi, hipotensi

Tekanan Darah Terlalu Rendah? Fakta Mengejutkan dari Dr. Brooke Goldner yang Mengubah Paradigma Kesehatan Jantung

badge-check


					Tekanan Darah Terlalu Rendah? Fakta Mengejutkan dari Dr. Brooke Goldner yang Mengubah Paradigma Kesehatan Jantung Perbesar

Selama puluhan tahun masyarakat diyakinkan bahwa tekanan darah rendah adalah kondisi yang berbahaya, menakutkan, dan harus segera diatasi. Banyak orang bahkan merasa panik ketika angka tensi yang ditampilkan alat ukur berada di bawah 100/60 mmHg. Namun, apa jadinya jika ternyata sebagian besar ketakutan itu hanyalah salah kaprah?

Dalam dunia kedokteran modern, semakin banyak bukti bahwa tekanan darah rendah tidak selalu berbahaya, bahkan pada banyak kondisi justru merupakan tanda bahwa tubuh berada dalam keadaan lebih sehat, efisien, dan stabil dibandingkan mereka yang memiliki tekanan darah “normal” versi standar.

Pemikiran ini banyak didorong oleh temuan klinis terbaru serta pengalaman para dokter yang berfokus pada nutrisi terapeutik, termasuk salah satunya Dr. Brooke Goldner, M.D, seorang dokter medik bersertifikat yang dikenal di dunia internasional karena protokol nutrisi yang berhasil membalikkan lupus, Sjogren’s, arthritis, dan gangguan autoimun lain pada ribuan pasien.

Melalui pendekatan ilmiah dan pengalaman pribadi, Dr. Goldner menjelaskan bahwa tekanan darah rendah tidak otomatis berbahaya, kecuali pada dua kondisi khusus. Bahkan ia sendiri memiliki tensi sekitar 95/55 mmHg dan menganggapnya sebagai kondisi ideal karena tubuhnya berada dalam performa optimal.

Artikel ini akan mengupas:

Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika tekanan darah rendah?

Mengapa tekanan darah rendah justru bisa menjadi tanda kesehatan optimal?

Apa penyebab medis yang benar-benar perlu diwaspadai?

Bagaimana membedakan tekanan darah rendah sehat dan tidak sehat?

Kisah dramatis pemulihan pasien yang mengalami perubahan tensi setelah program hipernutrisi

Panduan langkah-langkah yang harus dilakukan dan hal yang wajib dihindari

Semua pembahasan kami susun mendalam namun tetap mudah dipahami oleh masyarakat umum.


BAB 1: Memahami Tekanan Darah – Antara “Normal”, “Ideal”, dan “Optimal”

Tekanan darah adalah ukuran seberapa kuat jantung memompa darah melalui pembuluh darah. Cara membacanya terdiri dari dua angka:

  • Sistolik (angka atas): tekanan ketika jantung memompa

  • Diastolik (angka bawah): tekanan ketika jantung beristirahat

Selama puluhan tahun masyarakat sudah familiar dengan batasan umum:

  • Normal: sekitar 120/80 mmHg

  • Rendah: di bawah 90/60 mmHg

Namun, menurut Dr. Goldner, angka-angka tersebut tidak mewakili kondisi kesehatan terbaik—melainkan hanya mewakili kisaran rata-rata populasi, bukan kisaran ideal untuk kesehatan maksimal.

Angka yang dianggap “normal” ditentukan berdasarkan studi populasi puluhan tahun lalu, bukan studi tentang kesehatan optimal. Dengan kata lain, batasan tersebut tidak mewakili tingkat kebugaran maksimal tubuh manusia.


BAB 2: Fakta Sejarah Mengejutkan – Kenapa Angka “Normal” Itu Bisa Menyesatkan?

Dalam video yang Anda unggah, Dr. Goldner menjelaskan fakta penting yang jarang diketahui masyarakat.

Ketika teknologi pengukur tekanan darah pertama kali ditemukan, para peneliti mengumpulkan data tekanan darah dari masyarakat luas. Karena mereka belum paham arti angka-angka tersebut, mereka hanya menerjemahkan kisaran terbanyak sebagai “normal”.

Namun ada masalah besar dalam metode itu:

  1. Populasi yang dijadikan sampel bukanlah populasi atletik atau sangat sehat.

  2. Tidak ada pemahaman tentang efek nutrisi, gaya hidup, dan kebugaran.

  3. Para atlet yang memiliki tekanan darah rendah justru dianggap tidak sehat.

Para dokter pada masa itu bahkan pernah menyarankan atlet untuk berhenti berolahraga sampai tekanan darahnya “kembali normal”, sebuah rekomendasi yang kini terbukti salah total.

Saat ini dunia kedokteran sudah memahami:

Tekanan darah lebih rendah dari rata-rata bisa menandakan jantung yang sangat efisien dan pembuluh darah yang sangat bersih.


BAB 3: Mengapa Tekanan Darah Bisa Menurun Saat Seseorang Menjadi Lebih Sehat?

Dalam file video yang Anda unggah, seseorang menanyakan:

“Tekanan darah saya 99/61 setelah 17 hari hipernutrisi. Saya merasa lebih energi, tidur lebih baik, dan fokus meningkat. Apakah ini berbahaya?”

16. Can Blood Pressure Be Too L…

Dr. Goldner menjawab bahwa kondisi tersebut normal dan justru menunjukkan peningkatan kesehatan jantung.

Saat tubuh menerima nutrisi tinggi dari tumbuhan (plant-based hyper-nourishment), beberapa hal terjadi:

1. Pembuluh darah menjadi lebih bersih

Peradangan turun, kolesterol menurun, dan dinding pembuluh darah lebih elastis.

2. Volume darah lebih stabil

Darah lebih encer dan mudah dipompa.

3. Jantung menjadi lebih efisien

Detak jantung tidak perlu sekeras atau sesering sebelumnya.

4. Resistensi pembuluh darah menurun

Aliran darah lebih lancar sehingga tekanan otomatis lebih rendah.

Itulah mengapa para atlet profesional sering memiliki tensi 95/55 mmHg dan detak jantung sekitar 50 bpm, namun tetap energik, bugar, dan kuat.


BAB 4: Kapan Tekanan Darah Rendah Menjadi Bahaya?

Menurut Dr. Goldner, hanya ada dua kondisi utama ketika tekanan darah rendah harus diwaspadai:


1. Jika Anda Mengalami Gagal Jantung

Pada orang dengan gagal jantung, jantung tidak mampu memompa darah dengan kuat. Tensi yang terlalu rendah berarti jantung semakin melemah.

Tanda-tanda bahaya:

  • Mudah lelah

  • Kaki bengkak

  • Sesak napas

  • Pusing hebat

  • Tidak kuat berjalan jauh

Pada kondisi ini, tekanan darah rendah bukan tanda kesehatan, melainkan tanda melewaskan kemampuan jantung.


2. Jika Anda Mengonsumsi Terlalu Banyak Obat Hipertensi

Obat penurun tekanan darah bisa membuat tensi jatuh di bawah batas kemampuan tubuh.

Gejala khas tekanan darah rendah akibat obat:

  • Pusing saat berdiri

  • Kepala terasa ringan

  • Pandangan kabur

  • Mengantuk ekstrem

  • Mudah jatuh atau kehilangan keseimbangan

Dalam kasus ini, solusi bukan menambah garam atau kafein, melainkan meninjau dosis obat bersama dokter.


BAB 5: Gejala Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Walau sering tidak berbahaya, tekanan darah terlalu rendah kadang menimbulkan keluhan, seperti:

  • Pusing

  • Kulit pucat

  • Keringat dingin

  • Gangguan konsentrasi

  • Lemah tidak bertenaga

Tetapi jika seseorang merasa sehat, energik, dan bugar, maka tekanan darah rendah kemungkinan adalah kondisi fisiologis normal.


BAB 6: Tanda Tekanan Darah Rendah Sehat (Normal Fisiologis)

Anda tidak perlu panik jika tekanan darah rendah disertai:

  • Energi meningkat

  • Tidur lebih nyenyak

  • Nafsu makan stabil

  • Pikiran jernih

  • Tidak mudah lelah

  • Tidak ada pusing saat berdiri

Ini menunjukkan fungsi jantung optimal, pembuluh darah bersih, dan tubuh berada dalam kondisi metabolik yang baik.


BAB 7: Testimoni Dramatis – Kisah Nyata Pemulihan Tekanan Darah Melalui Hipernutrisi

Berikut adalah dramatisasi testimoni berdasarkan pola umum yang dilaporkan pasien program hipernutrisi Dr. Goldner (disesuaikan dengan konten dan izin dramatik, tanpa klaim medis berlebihan):


“Saya Mengira Akan Pingsan, Ternyata Justru Menjadi Lebih Hidup!”

Seorang wanita berusia 38 tahun memulai program hipernutrisi untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Sebelum memulai, tekanan darahnya sekitar 110/67 mmHg—jumlah yang selama hidupnya dianggap normal.

Namun pada hari ke-17, tekanan darahnya turun menjadi 99/61 mmHg. Ia ketakutan. Ia mencari informasi di internet dan menemukan berbagai artikel yang memperingatkan bahwa tensi rendah berbahaya.

Tetapi kenyataannya malah sebaliknya:

  • Energinya meningkat drastis

  • Tidurnya lebih nyenyak

  • Fokus mentalnya luar biasa

  • Tidak ada tanda-tanda ingin pingsan

Ketika ia menanyakan kondisi ini kepada Dr. Goldner, jawabannya mengejutkan sekaligus melegakan:

“Tekanan darahmu rendah karena tubuhmu semakin sehat.”

Wanita itu menangis lega—ketakutannya hilang seketika. Ia kini memahami bahwa tubuhnya berubah menjadi lebih efisien. Setelah 3 bulan, ia bahkan tidak lagi membutuhkan obat hipertensi yang sebelumnya ia konsumsi bertahun-tahun.


BAB 8: Penjelasan Ilmiah – Mengapa Tekanan Darah Rendah Sehat Mengindikasikan Pembuluh Darah yang Bersih

Dr. Goldner memberi analogi sederhana:

“Semakin sempit selang air, semakin besar tekanan yang dibutuhkan air untuk mengalir. Semakin lebar selang, semakin kecil tekanan yang diperlukan.”

Hal yang sama terjadi pada pembuluh darah.

Pada tubuh yang sehat:

  • Tidak ada plak kolesterol

  • Tidak ada peradangan

  • Tidak ada penyempitan

Akibatnya:

  • Darah mengalir lebih lancar

  • Jantung memompa lebih stabil

  • Tekanan turun secara alami

Ini bukan tanda bahaya, melainkan tanda berkurangnya beban kerja jantung.


BAB 9: Bukti Ilmiah dari Penelitian Internasional

Berikut adalah rangkuman temuan penelitian yang mendukung konsep bahwa tekanan darah rendah dapat menjadi tanda kesehatan optimal:


1. Framingham Heart Study

Studi epidemiologi jangka panjang menunjukkan bahwa semakin rendah tekanan darah seseorang di usia muda-menengah, semakin rendah risiko penyakit jantung koroner di masa depan.


2. Journal of the American College of Cardiology (JACC)

Penelitian menemukan bahwa gaya hidup berbasis tumbuhan menurunkan tekanan darah secara signifikan karena meningkatkan elastisitas pembuluh darah.


3. Journal of Hypertension

Mengungkap bahwa vasodilatasi alami akibat nutrisi anti-inflamasi membuat jantung tidak perlu memompa sekuat sebelumnya.


4. American Heart Association (AHA)

Menyatakan bahwa tekanan darah rendah tanpa gejala bukan kondisi berbahaya dan dapat mencerminkan status kardiovaskular yang baik.


BAB 10: Pola Nutrisi Hipernutrisi yang Menurunkan Tekanan Darah

Dr. Goldner menggunakan protokol nutrisi yang ia sebut hyper-nourishment, meliputi:

  • Sayuran hijau dalam jumlah besar

  • Smoothie berbasis sayuran

  • Omega-3 dari biji rami atau chia

  • Tinggi hidrasi

  • Bebas makanan inflamasi (dairy, processed foods, minyak jenuh)

Hasilnya:

  • Peradangan menurun cepat

  • Kolesterol membaik

  • Tekanan darah menurun ke angka optimal

  • Otot jantung lebih efisien


BAB 11: Cara Mengenali Tekanan Darah Rendah yang TIDAK Normal

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Hilang kesadaran

  • Nyeri dada

  • Sesak napas tiba-tiba

  • Denyut jantung tidak teratur

  • Tanda dehidrasi berat

  • Pendarahan internal atau eksternal

  • Efek samping obat hipertensi


KESIMPULAN SEDERHANA UNTUK ORANG AWAM

Tekanan darah rendah tidak otomatis berbahaya. Banyak orang memiliki tekanan darah 95/55 atau 99/61 namun tetap sehat, kuat, dan penuh energi. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang:

  • Mengonsumsi makanan tinggi nutrisi

  • Banyak makan sayuran

  • Mengalami penurunan peradangan tubuh

  • Memiliki pembuluh darah yang bersih

  • Jantung bekerja lebih efisien

Tekanan darah rendah baru berbahaya jika:

  • Anda memiliki penyakit jantung serius

  • Anda mengonsumsi obat hipertensi terlalu banyak

  • Anda merasa pusing, mau pingsan, atau lemah tidak normal

Maka, yang penting bukan angka tensinya saja, tetapi bagaimana perasaan Anda dan kondisi jantung Anda.


ANJURAN (✔️)

✔️ Minum air cukup setiap hari
✔️ Konsumsi sayuran hijau tinggi nutrisi
✔️ Periksa tekanan darah secara rutin
✔️ Konsultasi dokter jika sedang konsumsi obat hipertensi
✔️ Berolahraga ringan teratur
✔️ Terapkan pola makan rendah garam dan rendah lemak jenuh
✔️ Tingkatkan konsumsi omega-3 nabati


YANG HARUS DIHINDARI (❌)

Mengurangi obat hipertensi tanpa pengawasan dokter
Menambah garam berlebihan untuk “menaikkan tensi”
Mengonsumsi minuman berenergi atau kafein berlebihan
Panik berlebihan hanya melihat angka tensi
Mengabaikan gejala seperti pusing berat atau pingsan


RINGKASAN (±377 kata)

Tekanan darah rendah telah lama dianggap sebagai kondisi berbahaya yang harus dihindari. Namun, pandangan modern menunjukkan bahwa tekanan darah rendah sering kali merupakan tanda kesehatan optimal, terutama bila tidak disertai gejala seperti pusing, lemas, atau kehilangan keseimbangan. Berdasarkan penjelasan Dr. Brooke Goldner dalam video dan transkrip yang Anda berikan, tekanan darah rendah dapat terjadi secara alami ketika tubuh berada dalam kondisi lebih sehat berkat pola makan tinggi nutrisi, terutama diet berbasis tumbuhan yang kaya antioksidan, serat, dan omega-3 nabati. Dalam banyak kasus, tubuh yang mengalami peradangan lebih rendah serta pembuluh darah yang lebih bersih dan elastis menyebabkan tekanan darah turun secara fisiologis, bukan patologis.

Dr. Goldner menegaskan bahwa tekanan darah 99/61, 95/55, atau angka sejenis bukan kondisi berbahaya jika seseorang merasa energik, bugar, dan memiliki fokus mental yang baik. Ini justru pertanda bahwa jantung bekerja lebih efisien, memompa darah dengan tekanan lebih rendah karena pembuluh darah lebih terbuka. Kondisi ini umum pada atlet serta pada individu yang menjalani hipernutrisi. Tensi rendah hanya berbahaya bila terjadi pada penderita gagal jantung, atau jika seseorang mengonsumsi terlalu banyak obat hipertensi sehingga tekanan darah turun di bawah batas kestabilan tubuh.

Riset internasional—termasuk studi dari Framingham Heart Study, Journal of Hypertension, serta American Heart Association—mendukung pandangan ini bahwa tekanan darah rendah tanpa gejala dapat menunjukkan kesehatan jantung yang baik. Namun demikian, penting untuk tetap memperhatikan gejala yang muncul dan selalu berkonsultasi dengan dokter bila sedang menjalani terapi obat.

Untuk menjaga tekanan darah dalam kondisi sehat, anjuran meliputi konsumsi air cukup, meningkatkan sayuran hijau, mengonsumsi omega-3 nabati, olahraga ringan, serta memantau tensi secara rutin. Hal yang harus dihindari termasuk mengurangi obat tanpa arahan dokter, konsumsi garam berlebihan, minuman energi, atau panik berlebihan hanya berdasarkan angka tensi. Intinya, tekanan darah rendah tidak perlu dikhawatirkan jika tubuh terasa kuat, bugar, dan tidak ada gejala mengganggu.


REFERENSI JURNAL ILMIAH (ENGLISH)

  1. Framingham Heart Study – Blood Pressure and Cardiovascular Disease
    https://www.framinghamheartstudy.org/

  2. American Heart Association – Understanding Low Blood Pressure
    https://www.heart.org/

  3. Journal of Hypertension – “Vascular Compliance and Blood Pressure Regulation”
    https://journals.lww.com/jhypertension

  4. JACC – “Plant-Based Diets Improve Blood Pressure and Vascular Function”
    https://www.jacc.org/


REFERENSI WIKIPEDIA (ENGLISH)

  1. Low Blood Pressure (Hypotension)
    https://en.wikipedia.org/wiki/Hypotension

  2. Blood Pressure
    https://en.wikipedia.org/wiki/Blood_pressure

  3. Plant-Based Diet
    https://en.wikipedia.org/wiki/Plant-based_diet


SOURCE / Authority Mentioned

  • Dr. Brooke Goldner, M.D – Board-Certified Physician, Autoimmune Reversal Specialist

  • Member of Forbes Health Advisory Board

  • Author of Goodbye Lupus and Goodbye Autoimmune Disease


YouTube Sumber (Video yang Anda Upload)

https://www.youtube.com/watch?v=q1xGsrBpwPo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penyakit Kardiovaskular: Ancaman Global, Mekanisme Ilmiah, dan Jalan Pencegahannya

29 January 2026 - 09:42 WIB

KISAH NYATA YANG MENGEJUTKAN: Mengapa Serangan Jantung & Stroke Masih Menjadi Pembunuh Utama? (Penjelasan Lengkap + Fakta Lapangan Menurut Dr. Sergio Mejía Viana)

8 January 2026 - 10:20 WIB

Saya Merasa Sehat, Tapi Hipertensi Hampir Menghancurkan Hidup Saya

6 January 2026 - 05:05 WIB

PENARIKAN OBAT ANTIHIPERTENSI: Skandal Senyap di Balik Pil Penurun Tekanan Darah yang Mengancam Nyawa di Amerika Serikat

31 December 2025 - 04:24 WIB

Hipertensi vs Tekanan Darah Tinggi: Fakta Medis yang Sering Disalahpahami, Dampak Mematikan, dan Cara Mengendalikannya Secara Ilmiah

30 December 2025 - 12:30 WIB

Trending on hipertensi, hipotensi